Kelender

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Cari

Anda Pengunjung Ke

Agar masuk syurga, walau terus bermaksiat

Oktober 24th, 2008 by mudzakkir
  • Pernahkah kita mengalami betapa beratnya melawan hawa nafsu? 
  • Sesuatu yang  kita sadari bahwa itu adalah salah dan dosa namun kita tak mampu menahan tangan, kaki dan hati kita untuk tidak melakukanya. Kita sadar itu dosa, namun tetap melakukannya. Kita sadar itu salah tapi “syetan kita” mengatakan apa boleh buat perut yang lapar tak dapat dibendung. Apa boleh buat perbuatan (wanita) itu begitu memikat menarik bagai magnit dengan sangat kuat. Apa boleh buat kesempatan ini tidak datang dua kali, oleh karena itu dilakukan sekali ini saja (dua kali, tiga kali dst). Apa boleh buat istri dan anaku begitu membutuhkan uang. Saya sebetulnya tidak ingin melakukan maksiat sekali ini (dua kali, tiga kali dst) tapi karena terpaksa. Darurat. Khan gak papa. Apa boleh buat orang-orang juga melakukannya (banyak temannya kok ), malu kalo kita sok suci!!! Saya tak mampu menghindar, dari pada nama baik saya malah turun?.  Akan saya hentikan, tapi bukan sekarang.  Lain kali. Khan nanti bisa taubat……………………….dst 
  • Jelas kita juga ingin syurga !!! Siapa yang tak ingin……!!!!
  • Jangan takut….. Ternyata anda masih berpeluang mendapatkan syurga walau terus melakukan perbuatan maksiat. 
  • Dikisahkan bahwa suatu kali Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki yang tidak dapat menahan diri untuk tidak melakukan maksiat. 
  • Lelaki tersebut bertanya: ” Ya Syeh, Saya tak sanggup meninggalkan perbuatan maksiat, tapi saya juga menginginkan syurga?” Bagaimana caranya?
  • “Bisa masuk syurga!!! asal kamu bisa memenuhi syarat-syaratnya.”. Begitu terperanjat dan berbinarnya mata lelaki tersebut mendengar perkataan Ibrahim bin Adham. Dengan tak sabar dia bertanya : “Apa syarat-syaratnya tersebut?”. 
  • “Ada 5 syarat yang harus engkau lakukan. Pertama, Kamu boleh bermaksiat asal jangan makan rizki Allah.” Lelaki tersebut mengernyitkan dahinya. “Mana mungkin ?? Bukankah semua rizki kepunyaan dan berasal dari Allah. ” Kata lelaki tersebut. “Bagaimana engkau bisa lakukan maksiat pada Allah / melanggar larangan Allah padahal setiap hari engkau makan rizki dari-Nya?” nasehat Syeh.
  • Tidak putus harapan, Lelaki tersebut bertanya,”Apa syarat yang kedua?”. “Engkau boleh melakukan maksiat tapi jangan tinggal di bumi Allah”. Lalaki tersebut menukas,” Dimana aku harus tinggal padahal bumi (dan alam semesta ini) adalah milik Allah.” “Bagaimana engkau mampu  bermaksiat dan melanggar larangan Allah padahal engkau tinggal di bumi Allah?”
  • “Syarat ketiga, Engkau boleh bermaksiat kepada Allah asal jangan sampai terlihat oleh-Nya”? Syeh menambahkan. Lelaki tersebut terperanjat sambil bergumam,” sesuatu yang tidak mungkin, bukankan Allah maha melihat. Akan selalu mengawasi setiap gerak gerik kita dimanapun kita sembunyi”.  ”Apakah engkau tidak malu melanggar perintah Allah, padahal Dia senantiasa mengawasi dan mencatat segala perbuatanmu dan bahkan akan dibeberkan kepada semua makhluk di akhirat kelak” nasehat Syeh. “Anda benar syeh”, kata lelaki tersebut sambil menunduk. “Apakah dengan demikian engkau masih berniat untuk terus melakukan maksiat?”, tanya syeh. Karena kecintaannya berbuat maksiat dan sudah jadi kebutuhan yang tak sulit ditinggalkanya,  lelaki tersebut mengangguk lemah dan berkata lirih, ” Ya masih ada”.
  • “Apa syarat keempat syeh?’” tanya tiba-tiba sang lelaki. “Syarat keempat, Engkau boleh berbuat maksiat asal engkau yakin dapat menunda ajalmu ketika malaikat maut menghampirimu?”. Mana mungkin malaikat mau memenuhi keiinginanku? Mana mungkin itu bisa terjadi, gumamnya lemah. 
  • “Syarat kelima, nanti di akhirat ketika malaikat menggiringmu ke neraka jangan engkau mau turuti perintahnya.”. “Mana mungkin malaikat membiarkan begitu saja aku tak menuruti perintahnya”, tukas lelaki tersebut.
  • Lelaki itu tiba-tiba menangis terisak-isak sambil mengatakan, ” Ya Syeh, mulai saat ini aku bertaubat kepada Allah.” 

 (Disarikan dari taujih Ust. Syarif 23/10/08 di Semarang) 

Posted in Islam | 4 Comments »

« Previous Entries